Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

17 AGUSTUS

Tanggal 17 Agustus Indonesia merdeka
merah putih berkibar tiap sudut rumah
senyum mengembang berirama dengan lagu
kemerdekan.... itu membawa bahagia


Indonesia merdeka.. nduk...
kata simbahku dalam tuturnya
tapi rakyatnya belum merdeka
masih awut-awutan ....

hujan tangis kian membahana
kemiskinan merajalela
kejahatan bludak dimana-mana
para pedasi berlomba-lomba kurupsi

ini namanya merdeka... nduk


[Selengkapnya]

Label:

CINTA ITU MASIH ADA

Cinta itu masih ada tersenbunyi
dipinggiran dinding hatiku
bangun kala terdengar suaranya
saat ucapkan rasa cemas tentangku...

Ah... mungkin ini hanya imaginasiku
yang suka betkhayal tentang cinta
seakan dapat memberi setitik asa
kebahagiaan... yang akan selalu semu

mungkinkah aku masih cinta?
pertanyaan konyol yang selalu menari
mengiringi hati kian berdetak
berirama dengan suaranya trus terngiang

pergi.... oh...
pergi.....lah...
jauh.... sangat jauh....
jangan hadir lagi cinta....

[Selengkapnya]

Label:

SARAPAN PISAU

Kau ambil sehelei roti hati
Dengan tangan penuh bijak dan arif
Kau lumpuri dengan bermacam rasa
Kebahagiaan penuih beribu makna
Tapi kini….
Roti itu kau hancurkan dengan tanganmu
Yang tajam bagaikan pisau bermata dua
Mencincang kecil tak berwujud
Oh… dunia…
Ini lah ketajaman cinta tak jelas ujung
Hanya kepalsuan melumpuri bagaikan emas
Mengkilau tanpa pandang silau mata
Puaskan….
Mencaci.. menghina… merobek…
Hati yang sembilu meratap
Pada keaguangNya semata
Ya Robb…
Ijinkan roti yang tak berdaya ini
Berlindung dalam genggaman tanganMu


[Selengkapnya]

Label:

PAGI MURUNG

Pagi murung…tak jelas
Tak ada senyum tersungging di awan
Rasakan pilu tersayat pedih
Menggores luka panjang
Yang datang merajam kenangan
Menari-nari penuh kebebasan
Mengingatkan segala nestapa
Penuh girang kemenangan


[Selengkapnya]

Label:

MERENDA BUNGA

Ia merenda bunga kelicikan dan kebohongan
Rahim subur menyimpan angan-angan dusta
Senyumnya getir bebani mimpi bersarang dalam pikiran
Dipuasi nafsu diri dengan kebusukan rencana
Dan… kini memandang dengan pandang warna kelam
Merasa nyawa jerat bau harum bunga kematian tanam
Bersama tatapan, bicara dalam diamnya
Terungkap peranan rasa pahit memberi senja


[Selengkapnya]

Label:

MALAM

Ku tatap langit malam
Jubah hitam bentang dengan kuasaNya
Merajut janji hari esok dengan takdir
Pada tiap jengkal raga beriman

Ku rasakan tiupan angin malam
Berhembus seiring dzikirNya
Memberi kedamaian jiwa
Pelantun bibir wangi bunga surgaNya




[Selengkapnya]

Label:

MASIH BERPIJAK TANAH RANTAU

Malam semakin tua
Tahun kian bertambah
Aku masih berpijak di tanah rantau
Mencari harapan tak pasti
Menjadi budak tanah tuan
Semakin jejal oleh ketidak adilan
Jerit tangis di negri sendiri
Oleh kemurkaan mendung menangis
Salah siapa bila ini terjadi
Air rendam kubuk merajalela
Penuhi tanah leluhur bumi pertiwi
Membuat resah setiap penghuni


[Selengkapnya]

Label:

DIAM

Aku diam pikiran gamang
Tak jelas apa dalam yang terjadi
Semua serba sulit diungkapkan
Lewat kata maupun lukisan
Bergelayut warna-warni kehidupan
Bercampur dengan sejuta kenangan masa silam
Kian menari diatas pusaran jiwa yang beku
Bagai segumpal batu ditengah padang rawa
Siap diterpa pasir kian tajam
Oleh permainan takdir kian merajam
Tanpa ampun dengan tetesan darah mengalir
Hingga bau amis terbawa angin melalang buana
Pergi tanpa pasti…
Pergi tanpa tujuan…
Pergi tanpa seruan…
Pergi tanpa senyuman…

[Selengkapnya]

Label:

Tentang Saya

Saya Ilma Agustin. Ayah dan sekaligus ibu dari Putri, buah hati yang selalu menjadi spiritku.

Hadist

'Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan,' sabda Rasulullah SAW, 'adalah balasan (pahala) orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi (hadits)